Home
Paradigma Baru Mendidik Anak Menjadi Mandiri
Redaksi KEI FM / Tuesday, 01 February 2011 00:00

Mendidik AnakTiban - Kei102.3FM, Membicarakan cara mendidik anak tentu tidak ada habisnya. Semua ibu pasti memiliki cara yang beraneka ragam untuk mendidik anak menjadi mandiri dan sukses dunia akhirat. Rata-rata para ibu masih menggunakan "Paradigma Lama" untuk mendidik anaknya.

Namun Ibu Emmy Soekresno memiliki cara lain untuk mendidik anak dengan "Paradigma Baru" yang diyakini lebih cocok untuk zaman sekarang, apalagi dikota maju seperti Batam. 

 

Seperti apa "Paradigma Baru" yang ditawarkan Ibu Emmy Soekresno yang jauh-jauh datang dari Jakarta ke Batam? Berikut petikan Talk Show Pendidikan di Kavling Good Morning Batam yang mengudara Rabu lalu (12/01/2011) yang di kawal oleh Tika di Studio Kei FM Tiban 3 Sekupang.

 

"Saya pengen Batam menjadi kota yg kreatif. Barang kali ide saya bisa membuat batam lebih baik, terutama untuk anak-anaknya. Saya datang ke Batam anggap saja sebagai pahlawan kesiangan." tutur R. Aj. Emmy Sri Artami binti Soekresno mengawali.

Emmy Soekresno melihat kalo sebagian besar anak-anak di Batam sangat khawatir dengan tantangan. Hal ini bisanya karena pola atau cara pengasuhan dengan paradigma lama. Menurut Emmy Paradigma lama itu bentuknya seperti cangkir dengan teko. Orang tua cangkir, anak-anak teko. 'Jadi kamu diem aja, mama yang bicara.' 'Kamu diem aja, guru yang bicara.' Dan ternyata cara mendidik anak seperti ini malah akan menghasilkan anak yang kebanyakan pasif.

"Saat ini dunia sudah berkembang. Pendidikan juga berkembang. Dan saya ingin memperkenalkan paradigma baru pada anak-anak dan pada orang tua. Jadi saya punya program untuk anak-anak dan juga para orang tuanya. Di paradigma baru, anak dimisalkan seperti tambang, bukan seperti cangkir yang hanya diisi saja. Kalo tambang harus digali, harus dilihat. Walaupun bayi, mereka juga sudah memiliki 1 triliun sel otak yang sudah siap berfungsi. Jadi sebetulnya anak-anak itu punya kemmampuan yang luar biasa." terang Emmy mengenai Paradigma Baru mendidik anak.

Banyak orang tua yang mendidik/melatih anak-anak menjadi penurut. Karena kalo anak menurut, tidak mebuat repot orang tua. Ternyata mendidik dengan cara seperti ini banyak juga menimbulkan efek negatif terhadap Bangsa Indonesia. "Saya lihat, kondisi menurut itu pada akhirnya menjadi seperti sekarang ini. Bangsa kita juga bangsa yang penurut. Jadi banyak sekali sesuatu yang diikuti tanpa memikirkan efek sampingnya."

Emmy Soekresno juga memilih mendidik anaknya bukan menjadi seorang anak yang penurut. "Mungkin sekarang kalo saya memilih anak saya menjadi apa? Saya memilih anak saya bekerja sama, tapi bukan menurut. itu lebih baik. Paradigma Baru menginginkan anak mudah bekerja sama. Misalnya saya mau siaran ni. Tadi di taxi kami sudah bilang dan cerita , 'Kakak, selama satu jam mama kan siaran, tidak boleh selama mama siaran ada tanda 'on air', langsung masuk kedalam. Tapi jam sekian kamu boleh bersama mama lagi.'"

Dalam mendidik keempat buah hatinya, Emmy Soekresno selalu mebiasakan berdiskusi dengan anak, agar anak menjadi aktif. Karena sebagai orang tua, pasti  tidak akan mengikuti anak seumur hidupnya. Sebab suatu saat nanti pasti punya kesibukan dan sebagainya. Maka perlu dibiasakan anak untuk belajar mandiri. Untuk menentukan apa yang terbaik buat hidupnya, dengan cara selalu memberikan kesempatan untuk diskusi.

"Misal waktu kita beli baju kita pilihkan, 'Kakak,ini baju warna merah saja'. Itu zaman dulu. Paradigma lama. Tapi kalo paradigma baru, 'Saya punya tiga baju yang cukup baik. Mana yang kamu pilih?' Itu lebih bagus untuk sekarang." tandas Ibu Rumah Tangga yang memilik empat buah hati yang semuanya menjalani pendidikan Home Schooling.

Dengan Paradigma Baru, maka anak diajarkan untuk berfikir kreatif , berani mengemukakan alasan, dan yg paling penting bertanggung jawab.

"Jadi kalo sudah memilih harus bertanggung jawab, kita punya yang namanya konsekuensi. Konsekuensi itu bukan hukuman, bukan juga reward. Jadi konsekuensi begini. 'Aq gak mau makan'. Kalo gak mau makan berarti lapar. Nanti disuatu titik, disuatu tempat dia bialng,'Mam aku lapar.' Iya karena kamu tidak makan tadi. Pada saat kita semua makan, kamu enggak makan. Jadi sekarang kamu lapar. Itu konsekuensi yang paling bagus dan sesuai." terang Ibu yang memiliki 7 cabang Taman bermain Jerapah Kecil, 3 cabang Taman kanak-kanak Jerapah Kecil dan SD Islam Jerapah Kecil. (HD)

Share this post

Last Updated on Monday, 14 February 2011 13:54

Add comment


Security code
Refresh

logo KEI 102.3 FM

Streaming

streaming2012-1request2012-nyamping

Facebook

CHRISTYKIDS

Statistics

mod_vvisit_counterToday1158
mod_vvisit_counterYesterday992
mod_vvisit_counterThis week5315
mod_vvisit_counterThis month26950
mod_vvisit_counterAll days3137025

We have: 15 guests online
Your IP: 54.156.51.193
 , 
Today: Sep 20, 2018

PETA BATAM

Peta_Batam