Home
Kampung 'Narkoba' Digerebek
Redaksi KEI FM / Thursday, 02 April 2015 09:48

kampung_aceh_simpang_dam_2_-_2Tim gabungan dari Polda Kepri dan POM TNI menggerebek sarang peredaran narkoba di Kampung Aceh dan Kampung Tower, Simpang Dam Mukakuning, Kecamatan Seibeduk, Batam, Rabu (1/4) sekitar pukul 09.00 WIB. 

Polisi menerjunkan 350 anggota untuk menyisir satu persatu rumah warga yang dicurigai sebagai tempat penyimpanan narkoba. 

Penggerebekan selain melibatkan ratusan personel dari Polda Kepri dan Polresta Barelang lengkap dengan senjata api, polisi juga menurunkan lima anjing pelacak.

Dari hasil penggerebekan yang dipimpin langsung Kapolda Kepri, Brigjen Pol Arman Depari, polisi mengamankan 49 orang beserta barang bukti, heroin, ganja, sabu-sabu, bong, jarum suntik dan timbangan elektrik. Selanjutnya  16 sepeda motor, puluhan senjata tajam, senapan angin, brankas berisi uang Rp100 juta, 5 unit mesin gelanggang permainan (gelper) dan lapak dadu. Dari 49 orang yang diamankan itu, 41 diantaranya laki-laki dan 8 lainnya perempuan serta lima orang diantaranya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polda Kepri. Seluruh pelaku dibawa ke Polreta Barelang untuk dilakukan tes urine dan selanjutkan diserahkan ke Polda Kepri untuk diproses lebih lanjut.

Pantauan di lokasi, ratusan personel polisi menyisiri rumah-rumah  warga di Kampung Aceh. Dalam penyisiran tersebut, satu persatu rumah dimasuki dan penghuninya digeledah. Sementara sebagian petugas lainnya berjaga-jaga di setiap gang dan pinggir-pinggir jalan mulai Simpang Kawasan Industri Batamindo, Mukakuning. Sejumlah petugas juga terlihat mengenakan rompi anti peluru lengkap dengan senjata api.

"Semua kesatuan diturunkan. Jumlah anggota yang terlibat sebanyak 350 orang," kata Kapolda Kepri Brigjen Pol Arman Depari.

Petugas kemudian menyisir setiap gang dan rumah untuk menangkap orang yang dicurigai terlibat peredaran narkoba. Sementara dari pemukiman di belakang Kampung Tower, polisi mendapati lokasi gelanggang permainan elektronik atau biasa disebut judi gelper dan lapak judi dadu. Sejumlah mesin ketangkasan juga diamankan dan dikumpulkan di lahan kosong sekitar lokasi. Sementara dari lokasi gelper, polisi mengamankan lima unit mesin fish hunter dan brangkas yang berisikan uang ratusan juta serta timbangan sabu. Diduga brangkas tersebut merupakan hasil penjualan sabu.

Polisi juga menangkap basah seorang warga yang tengah menjual sabu kepada pelanggannya. "Tersangka ini adalah masuk DPO (daftar pencarian orang) kasus narkoba. Ternyata di sini kau," kata polisi.

Berdasarkan barang bukti yang ditemukan, ada indikasi lokasi tersebut bukan hanya sarang narkoba tapi juga menjadi sarang bagi pencuri sepeda motor. "Ada sejumlah motor tanpa dokumen dan kunci leter T. Indikasinya memang menjadi sarang pencuri motor," kata dia.

Hingga pukul 11.00 WIB, polisi belum memastikan jumlah barang bukti yang berhasil diamankan dalam kegiatan tersebut. "Kami belum hitung berapa pastinya barang bukti yang diamankan," kata Arman.

Kapolda mengatakan polisi melakukan penggerebekan karena lokasi ini kerap dijadikan sebagai tempat transaksi jual beli narkoba. "Kita dapat informasi kalau banyak pecandu narkoba di Batam mendapatkan barang haram itu  dari lokasi ini," tegasnya sembari menyebutkan penggerebekan ini juga merupakan bagian dari upaya  menciptakan situasi aman dan kondusif di tengah masyarakat.

Sedang 'On'

Saat penggerebekan berlangsung, polisi menemukan adanya pelaku yang sedang 'on', dalam pengaruh narkotika  di dalam rumah. "Saat kita gerebek ada yang sedang 'on' di sekitarnya didapatkan barang bukti narkoba,” ujar Arman Depari. Arman memastikan kampung tersebut menjadi kampung narkoba, pasalnya berbagai transaksi dan penggunaan narkoba marak di wilayah tersebut.

Depari mengatakan lokasi tersebut seminggu kedepan akan didirikan tenda anggota Binmas Polda Kepri bekerjasama dengan pemerintah untuk memberikan pengarahan kepada masyarakat yang ada.

"Kita akan beri bimbingan warga di kampung ini," ujar dia.

Tugas Binmas nanti lanjut Arman adalah untuk mendata perumahan dan penduduknya serta mendata pekerjaannya  apakah sudah lama tinggal atau baru. Kemudian di foto dan disidik jari. Selanjutnya dilakukan kegiatan patroli di lokasi tersebut.

Pantauan dilapangan, lokasi penggerebekan tersebut menjadi tontonan warga sekitar. Puluhan ibu rumah tangga terlihat berbondong-bondong melihat polisi membekuk satu persatu pelaku. Ironisnya, beberapa warga yang ditanyakan mengenai keberadaan lokasi tersebut sebagiannya takut bicara.

"Saya tidak tahu bang, ujar salah satu warga ketika ditanya mengenai sudah berapa lama lokasi tersebut digunakan sebagai sarang judi dan narkoba.

Lain halnya dengan ibu rumah tangga lainnya Wati. Ia mengaku tahu kalau kampungnya didatangi dan dijaga polisi dari kemarin malam. Puluhan polisi berpakaian preman sudah datang memeriksa rumah penduduk yang dicurigai menyimpan narkoba.

" Saya sendiri merasa ketakutan apalagi suami bekerja, kalau tidak salah subuh pagi aparat kepolisan sudah ramai mengepung kampung Aceh, saya mengungsi bersama dua anak ke rumah adik yang di kampung Aam Atas.

"Dari kemarin malam kampung Aceh sudah dikepung, sebagian warga ketakutan dan ada yang ngungsi kerumah saudara,"ungkapnya.

Salah seorang warga, Burhanuddin (29) pecandu narkoba yang ditangkap ini mengatakan, ia sudah lama memakai narkoba dan sempat menjual barang haram itu ke masyarakat. Awalnya mencoba, namun karena sudah ketagihan, akhirnya jadi pemakai. " Saya sudah lama pakai narkoba ini, bahkan saya sudah sempat jual sabu-sabu ke  masyarakat. Bahkan saya banyak menjualnya kepada PNS yang ada di Batam ini.

Katanya, ia mendapatkan narkoba dari salah satu bandar berinisial N yang sering keluar masuk Batam- Medan. " Saya dapat sabu-sabu dan ganja ini dari salah satu orang berinisial N. Bahkan, pada saat razia ini, dia tak ada di lokasi. N itupun sering keluar masuk Batam- Medan, dan dia yang sering membawa barang haram ini," ujar pria penganggur itu.

Sementara itu, Rani, perempuan yang ikut ditangkap  mengaku tak memakai barang haram itu, tapi suaminya yang menyimpan di dalam lemari. "Awalnya saya kaget setelah polisi datang ke rumah ini menggeledah rumah. Dari hasil razia itu, polisi mengamankan sabu-sabu yang disimpan suami saya," kata Rani yang tengah hamil 4 bulan itu.

18 Sepeda Motor

Selain narkoba, polisi juga mengamankan 16 unit sepeda motor tanpa dokumen dari Kampung Aceh Mukakuning Sepeda motor yang diamankan itu diduga sepeda motor curian, karena saat operasi berlangsung pemilik sepeda motor yang rata-rata milik warga yang berdiam di kampung Aceh tak bisa menunjukan dokumen kepemilikan kendaraan mereka.

"Karena tak bisa menunjukan dokumen makanya sementara kami amankan dulu,” ujar Kasat Lantas Polresta Barelang Kompol Agus Djoko Nugroho.

Sepeda motor itu beberapa diantaranya sudah tak ada lagi nomor mesin ataupun nomor rangka dan kuat dugaan itu motor curian, dan akhirnya dibawa ke Satlantas Mapolresta Barelang untuk diselidiki. (haluankepri.com) 

Share this post

Add comment


Security code
Refresh

logo KEI 102.3 FM

Streaming

streaming2012-1request2012-nyamping

Facebook

CHRISTYKIDS

Statistics

mod_vvisit_counterToday154
mod_vvisit_counterYesterday116
mod_vvisit_counterThis week523
mod_vvisit_counterThis month20852
mod_vvisit_counterAll days2632630

We have: 70 guests online
Your IP: 54.166.123.247
 , 
Today: Mar 28, 2017

PETA BATAM

Peta_Batam